ernahkah kalian merindukan salah satu seri anime dan manga dengan komedi paling chaos serta parodi yuri paling ikonik di era akhir 2000-an? Ada kabar luar biasa yang baru saja turun! Setelah dua belas tahun lamanya sejak kisah utamanya resmi menutup layar, salah satu komedi parodi yang paling dicintai di komunitas jejepangan akhirnya kembali menyapa kita.
Sang kreator, Minari Endo, secara resmi mengonfirmasi pada 25 Agustus 2026 bahwa karya legendarisnya, Maria†Holic, mendapatkan sebuah sekuel manga!
Maria Holic: Sono Ato no 12-kagetsu no Ohanashi – Apa yang Baru?
Manga sekuel terbaru ini mendapat judul resmi Maria Holic: Sono Ato no 12-kagetsu no Ohanashi. Bagi kalian yang sudah tidak sabar ingin segera membacanya, seri ini dijadwalkan memulai publikasi resminya pada 27 Agustus 2026, yang akan dicetak di edisi bulan Oktober dari majalah Monthly Comic Alive terbitan Kadokawa.
Secara jalan cerita, sekuel ini akan melanjutkan keseharian gila para karakternya persis satu tahun setelah kejadian di penutup cerita orisinalnya. Mengingat karya aslinya dulu terbit dari tahun 2006 hingga 2014 dengan merangkum total empat belas volume, kembalinya manga ini jelas menjadi kejutan nostalgia yang sangat manis.
Sebagai pemanasan, Minari Endo membagikan sebuah ilustrasi eksklusif yang memperlihatkan sosok Mariya Shido dan pelayan sarkastiknya, Matsurika Shinoji, dengan desain karakter yang terlihat lebih segar dan diperbarui. Tidak ketinggalan, ada juga versi miniatur dari sang protagonis utama kita, Kanako Miyamae, yang—tentu saja—digambarkan sedang mengalami mental breakdown atau guncangan emosional khas dirinya.

Mengingat Kembali Kegilaan di Asrama Ame no Kisaki
Bagi pembaca blog ini yang mungkin baru mau mencoba terjun ke serinya, mari kita flashback sedikit. Cerita Maria†Holic berpusat pada Kanako Miyamae, seorang siswi SMA yang mengidap androfobia tingkat dewa alias ketakutan ekstrem terhadap pria. Kondisinya begitu parah hingga ia bisa menderita gatal-gatal (urtikaria) hebat hanya dengan membayangkan kontak fisik dengan laki-laki.
Demi mewujudkan impian mencari romansa yuri (cinta sesama wanita) yang murni dan sempurna, Kanako memutuskan pindah ke asrama sekolah khusus perempuan Katolik yang sangat eksklusif, Ame no Kisaki.
Di tempat suci itulah ia bertemu dengan Mariya Shido, seorang gadis yang cantik jelita dan luar biasa mempesona. Sialnya, ekspektasi Kanako hancur berantakan karena sang “gadis ideal” itu ternyata adalah seorang anak laki-laki sadis yang menyamar memakai pakaian wanita. Mariya kemudian tanpa ampun memeras Kanako untuk menjaga rahasia besarnya, dan dengan licik memaksanya menjadi teman sekamar. Dari sinilah segala kekacauan dimulai, memicu rentetan parodi genre yuri yang super kocak dan adegan mimisan yang sengaja dibuat sangat berlebihan (hiperbolis).
Mahakarya Legendaris dari Studio Shaft dan Minari Endo
Formula plot nyeleneh ini berhasil mengubah Maria†Holic menjadi salah satu permata cult classic (klasik yang dipuja kalangan tertentu) di industri anime. Meledaknya popularitas seri ini tak luput dari campur tangan magis Studio Shaft yang mengadaptasinya ke dalam bentuk animasi.
Di bawah arahan duo sutradara legendaris Akiyuki Shinbo dan Yukihiro Miyamoto, musim pertama anime ini tayang pada tahun 2009. Kesuksesan tersebut langsung disusul oleh musim kedua pada tahun 2011 yang mengusung judul Maria†Holic: Alive. Hingga hari ini, anime tersebut menjadi salah satu referensi mutlak ketika kita berbicara tentang humor absurd pada masanya.
Sang kreator, Minari Endo (yang omong-omong juga baru saja menamatkan karya panjangnya yang lain, Hatenko Yugi, pada tahun 2022 lalu), sangat dipuji oleh para kritikus. Maria†Holic sukses mencuri panggung karena berhasil mendobrak klise romansa sekolahan standar dengan menyajikan satir yang kaya akan komedi fisik, deretan karakter eksentrik, serta dinamika psikologis yang luar biasa kocak namun tajam di antara para protagonisnya.
Kesimpulan: Akankah Ada Musim Ketiga untuk Animenya?
Sebagai kesimpulan, kembalinya Maria†Holic setelah lebih dari satu dekade ini benar-benar menandai tonggak sejarah (milestone) baru bagi para penggemar setia yang rindu berat akan segala kekacauan dan keabsurdan di asrama Ame no Kisaki. Sekuel Maria Holic: Sono Ato no 12-kagetsu no Ohanashi tidak hanya menawarkan kelanjutan kisah yang lebih fresh setelah timeskip satu tahun, tetapi juga kembali membawa angin segar bagi industri komedi anime/manga masa kini yang kadang terasa monoton.
Nah, bagaimana menurut pandangan kalian, teman-teman pembaca? Mengingat manga orisinalnya kini resmi berlanjut dengan lompatan waktu satu tahun, apakah menurut kalian comeback mengejutkan ini akan menjadi pelatuk yang tepat bagi Studio Shaft untuk akhirnya memproduksi adaptasi anime Maria†Holic Season 3 di masa depan?
Yuk, sampaikan teori liar, keluh kesah, atau antusiasme kalian di kolom komentar di bawah ini! Jangan lupa untuk bagikan artikel ini ke circle wibu kalian, ya! Mari kita berdiskusi!
